<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.HatmaAndNovi.com</title>
	<atom:link href="http://hatmaandnovi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hatmaandnovi.com</link>
	<description>Hatma Suryotrisongko</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 07:28:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>I&#8217;tikaf di Kampus Yuk! Tips dan Trik  I&#8217;tikaf di kampus</title>
		<link>http://hatmaandnovi.com/blog/itikaf-di-kampus-yuk-tips-dan-trik-itikaf-di-kampus/</link>
		<comments>http://hatmaandnovi.com/blog/itikaf-di-kampus-yuk-tips-dan-trik-itikaf-di-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 01:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hatma Suryotrisongko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hatmaandnovi.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Alhamdulillah tadi malam adalah malam kedua saya I&#8217;tikaf di kampus. Sebagai upaya untuk melestarikan budaya yang dulu sering saya lakukan ketika masih sekolah di Jepang  (Toyohashi University of Technology) :D hehehehe. (catatan = i&#8217;tikaf disini maksud saya adalah lembur tidur di kampus). Pengalaman paling menarik ketika i&#8217;tikaf di Jepang adalah waktu pagi harinya, ketika ke kamar mandi ataupun ke dapur &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://hatmaandnovi.com/blog/itikaf-di-kampus-yuk-tips-dan-trik-itikaf-di-kampus/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah, Alhamdulillah tadi malam adalah malam kedua saya <a title="http://en.wikipedia.org/wiki/I%CA%BFtik%C4%81f" href="http://en.wikipedia.org/wiki/I%CA%BFtik%C4%81f">I&#8217;tikaf </a>di kampus. Sebagai upaya untuk melestarikan budaya yang dulu sering saya lakukan ketika masih sekolah di <a title="http://en.wikipedia.org/wiki/Japan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Japan">Jepang</a>  (<a title="http://www.tut.ac.jp/" href="http://www.tut.ac.jp/">Toyohashi University of Technology</a>) :D hehehehe. <em>(catatan = i&#8217;tikaf disini maksud saya adalah lembur tidur di kampus)</em>.</p>
<p>Pengalaman paling menarik ketika i&#8217;tikaf di Jepang adalah waktu pagi harinya, ketika ke kamar mandi ataupun ke dapur untuk masak mie instant, ketemu juga dengan para Professor (<a title="http://en.wikipedia.org/wiki/Sensei" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sensei">Sensei</a>) yang ternyata banyak juga melakukan amalan I&#8217;tikaf ini&#8230; sugoi bro!! <img src='http://hatmaandnovi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dulu ketika di Toyohashi, semua pintu di kampus dilengkapi dengan sistem akses kontrol pintu menggunakan kartu. Jadi walaupun tengah malam, masih enak saja keluar masuk kampus dengan leganya, nggak khawatir terkurung di dalam ruangan karena pintunya dikunci oleh Pak Satpam (seperti yang saya alami tadi malam) <img src='http://hatmaandnovi.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi supaya teman-teman tidak mengalami kejadian yang seperti saya alami tadi malam (terkurung di kantor), berikut ini saya berikan tips-dan trik untuk survival guide nya I&#8217;tikaf di kampus Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Insitut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.</p>
<p><strong>Tips dan Trik  I&#8217;tikaf di kampus</strong> =</p>
<p>1. Pastikan malam harinya anda sudah membawa selembar kertas Post-it warna mencolok (misal kuning) ukuran sedang, dan sebuah bolpen/spidol. Kemudian, pergilah menuju ke pintu-pintu yang biasa dikunci / digembok Pak Satpam. Di lubang kunci atau di gembok nya, tempelkan kertas post-it yang sudah dituliskan kalimat = &#8220;PAK SATPAM, malam ini saya lembur. Minta tolong pintu jangan dikunci. Terima kasih. Hatma (ruang di pojok lorong sebelah kiri)&#8221;.</p>
<p>Alhamdulillah pada malam pertama I&#8217;tikaf saya di kampus, sukses dengan menggunakan metode ini. Malam kedua saya sengaja nggak lakukan hal ini, dan terbukti akhirnya saya terkurung di ruangan <img src='http://hatmaandnovi.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2. Siapkan botol air minum ukuran besar dan makanan ringan (supaya anda tidak mati kelaparan/dehidrasi) jikalau ternyata cara nomor 1 gagal dan anda tetap terkurung di kantor. Bawa juga HP dan chargernya, serta pastikan pulsa anda masih cukup untuk melakukan panggilan darurat ke teman anda, supaya bisa minta tolong untuk membukakan pintu..</p>
<p>3. Siapkan botol besar berisi air, untuk anda mengambil wudhu, misal ternyata sudah masuk waktu subuh dan anda masih terkurung. Dan siapkan botol air kosong, untuk jaga-jaga kalau anda kebelet pipis, padahal anda nggak bisa keluar ke kamar mandi <img src='http://hatmaandnovi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Alhamdulillah, sementara ini segitu dulu saya bagi tips dan trik nya.. tunggu tips dan trik berikutnya ya <img src='http://hatmaandnovi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  wassasalam!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hatmaandnovi.com/blog/itikaf-di-kampus-yuk-tips-dan-trik-itikaf-di-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Jakarta, Seorang Ayah Menggendong Mayat Anaknya Sampai Bogor. Di Tempat Lain, Mahasiswa Setiap Hari Bawa Mobil Ke Kampus</title>
		<link>http://hatmaandnovi.com/blog/di-jakarta-seorang-ayah-menggendong-mayat-anaknya-sampai-bogor-di-tempat-lain-mahasiswa-setiap-hari-bawa-mobil-ke-kampus/</link>
		<comments>http://hatmaandnovi.com/blog/di-jakarta-seorang-ayah-menggendong-mayat-anaknya-sampai-bogor-di-tempat-lain-mahasiswa-setiap-hari-bawa-mobil-ke-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 22:58:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hatma Suryotrisongko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hatmaandnovi.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, hari ini hari kedua saya di kampus, setelah semalam lembur tidur di kampus. Bangun tidur langsung baca artikel di Facebook yang cukup bikin bulu kuduk berdiri, sekaligus menangis miris.. Artikelnya tentang &#8220;Di Jakarta, Seorang Ayah Menggendong Mayat Anaknya Sampai Bogor&#8221; yang sumbernya di sini  (baca artikelnya di bagian bawah halaman ini) Sementara itu, sehari-hari nya &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://hatmaandnovi.com/blog/di-jakarta-seorang-ayah-menggendong-mayat-anaknya-sampai-bogor-di-tempat-lain-mahasiswa-setiap-hari-bawa-mobil-ke-kampus/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hatmaandnovi.com/wp-content/uploads/2012/02/di-jakarta-ayah-gendong-mayat-anak-sampai-bogor.jpg"><img class="size-full wp-image-24 alignleft" title="di jakarta ayah gendong mayat anak sampai bogor" src="http://hatmaandnovi.com/wp-content/uploads/2012/02/di-jakarta-ayah-gendong-mayat-anak-sampai-bogor.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Bismillah, hari ini hari kedua saya di kampus, setelah semalam lembur tidur di kampus. Bangun tidur langsung baca artikel di Facebook yang cukup bikin bulu kuduk berdiri, sekaligus menangis miris.. Artikelnya tentang &#8220;Di Jakarta, Seorang Ayah Menggendong Mayat Anaknya Sampai Bogor&#8221; yang sumbernya di <a title="http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150227588970487&amp;id=124412517615" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150227588970487&amp;id=124412517615">sini</a>  (baca artikelnya di bagian bawah halaman ini)</p>
<p>Sementara itu, sehari-hari nya saya mengamati banyak sekali mahasiswa di kampus ini (<a title="http://si.its.ac.id/" href="http://si.its.ac.id/">Jurusan Sistem Informasi</a>, <a title="http://ftif.its.ac.id/" href="http://ftif.its.ac.id/">Fakultas Teknologi Informasi</a>, <a title="http://its.ac.id/" href="http://its.ac.id/">Institut Teknologi Sepuluh Nopember</a>, <a title="http://en.wikipedia.org/wiki/Surabaya" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Surabaya">Surabaya</a>) yang naik mobil sendiri untuk berangkat ke kampus. Tempat parkir mobil seolah dipenuhi dengan mobilnya mahasiswa, sementara mobilnya dosen hanya beberapa. Saya sendiri alhamdulillah naik motor.</p>
<p>Di jakarta, bapak pemulung itu pendapatannya cuma Rp 10.000,- per hari. Sedangkan di kampus ini, Rp 10.000,- hanyalah uang bensin untuk satu hari bagi mahasiswa yang naik mobil ke kampus. Untuk evaluasi diri saya sendiri, Rp 10.000,- hanyalah uang makan yang saya habiskan untuk beli mie ayam tadi malam. Astaghfirullah..</p>
<p>Mari kita sama-sama meng-evaluasi diri, sudahkah kita peduli dengan sesama? Jadi ingat konsep <a title="http://www.tablefor2.org/" href="http://www.tablefor2.org/">Table For Two</a> yang ada di Jepang ketika dulu saya menginap di hotel nya <a title="http://www.jica.go.jp/english/" href="http://www.jica.go.jp/english/">JICA</a>. Di restoran hotel itu, pelanggan bisa membeli makanan dengan harga yang lebih mahal 50yen dari biasanya. Nah selisih harga itu dikumpulkan dan disalurkan ke negara-negara miskin di Afrika. Karena dengan 50yen, di Indonesia saja kita bisa makan enak dan kenyang (setara dengan Rp 5.000,-). Bagaimana dengan kantin di kampus kita ini, siapkah mengadopsi konsep Table for Two ini?</p>
<p>Di kampus ITS ini, mungkin salah satu cara mudah untuk bisa ikut peduli dengan masyarakat kurang mampu di sekitar kita, adalah dengan mendukung <a title="http://www.masjid.its.ac.id/?page_id=1740" href="http://www.masjid.its.ac.id/?page_id=1740">Program Pelayanan Umat </a>yang diusung oleh <a title="http://www.masjid.its.ac.id" href="http://www.masjid.its.ac.id">Jama&#8217;ah Masjid Manarul Ilmu ITS</a>. Monggo mari kita sama-sama manfaatkan harta yang kita punya, untuk sedekah sebanyak-banyaknya. Insya Allah akan dikembalikan-Nya dengan berlipat-lipat:</p>
<p><em><strong>Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (<a title="http://quran.com/64/17" href="http://quran.com/64/17">QS. 64:17</a>)</strong></em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<div>
<div>
<h2>Ayah Gendong Mayat Anak karena Tak Mampu Sewa Mobil Jenazah&#8230;!</h2>
</div>
</div>
<div> Ayah Gendong Mayat Anak karena Tak Mampu Sewa Mobil Jenazah &#8211; PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta &#8211; Bogor pun geger.Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn).<br />
Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL. Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari”. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu.<br />
Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.</p>
<p>Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00.<br />
Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.</p>
<p>Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet.<br />
Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.</p>
<p>Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.<br />
Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi Karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.</p>
<p>Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.</p>
<p>Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia”, ujarnya.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hatmaandnovi.com/blog/di-jakarta-seorang-ayah-menggendong-mayat-anaknya-sampai-bogor-di-tempat-lain-mahasiswa-setiap-hari-bawa-mobil-ke-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Pertama di Semester Genap 2011/2012 di SI ITS</title>
		<link>http://hatmaandnovi.com/blog/hari-pertama-di-semester-genap-20112012-di-si-its/</link>
		<comments>http://hatmaandnovi.com/blog/hari-pertama-di-semester-genap-20112012-di-si-its/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 02:13:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hatma Suryotrisongko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hatmaandnovi.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, hari ini pertama kali saya masuk kerja di kampus ITS tercinta, di periode ajar Semester Genap 2011/2012. Semester ini saya kena jatah mengajar 3 kelas = Algoritma dan Pemrograman 2 kelas A (Alpro2-A), Algoritma dan Pemrograman 2 kelas B (Alpro2-B) dan Integrasi Aplikasi Korporasi (Enterprise Application Integration / EAI). Untuk mata kuliah Alpro2, kelas ini pararel dengan Alpro2 &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://hatmaandnovi.com/blog/hari-pertama-di-semester-genap-20112012-di-si-its/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah, hari ini pertama kali saya masuk kerja di kampus ITS tercinta, di periode ajar Semester Genap 2011/2012.</p>
<p>Semester ini saya kena jatah mengajar 3 kelas = Algoritma dan Pemrograman 2 kelas A (Alpro2-A), Algoritma dan Pemrograman 2 kelas B (Alpro2-B) dan Integrasi Aplikasi Korporasi (Enterprise Application Integration / EAI).</p>
<p>Untuk mata kuliah Alpro2, kelas ini pararel dengan Alpro2 nya Pak Faizal Johan. Beliau penanggung jawab (PIC) untuk mata kuliah ini. Jadi, saya diharuskan untuk mengacu pada kelas beliau, untuk pemberian materi, tugas, dll.</p>
<p>Untuk kelas EAI, masih belum tahu apakah semester ini jadi diselenggarakan atau tidak. Karena dari pengalaman semester lalu, ketia PIC nya Pak Nisfu Asrul Sani, kelas tidak jadi diselenggarakan karena sepi peminat.</p>
<p>Yosh.. Bismillah semoga kehadiran saya di kampus ini bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi banyak orang, dan membawa barokah dunia akhirat bagi diri saya sendiri&#8230;</p>
<p>Buat istri dan anakku di Jogja, tunggu Ayah pulang ya&#8230; miss u <img src='http://hatmaandnovi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  luv</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hatmaandnovi.com/blog/hari-pertama-di-semester-genap-20112012-di-si-its/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

